February 20, 2012

:: [TIGA] " Sekeping asa diapit siang dan sore"



Terjepit diantara siang dan sore, sekeping asa.

Momen disela saing dan sore yang tak lama, cukup singkat walau sekedar merajut asa, terhadap kamu yang telah lebih dari sahabat semata, terhadap kamu yang disana, yang tak jua sadari tumbuhnya sebuah rasa, antara kita, berdua, sebuah rasa yang tak biasa,  mungkin memang belum fase nya menjelma atau bertmetamorfosa, menjadi lebih dari sekedar suka, belum lah menyentuh tahap berlabel cinta, tapi ini nyata, bukan rekayasa, bukan halusinasi semata, bukan bualan para pendusta, bukan pula celoteh ria, rasa itu ada, walau tak bisa diraba, tak bisa ditatap mata, tak bisa ditangkap dengar telinga, tapi itu jelas terasa, biar hati yang bicara, kepada kamu yang disana, sebuah rasa yang terjepit diantara siang dan sore, sekeping asa.



Terjepit diantara siang dan sore, sekeping asa.

Hembus napas yang meniupkan udara kerinduan tiada terkira, rindu yang seolah membakar sukma, berpacu degup jantung menatap potret kamu dalam pigura, begitu harap ingin segera jumpa, kamu yang disana,  saling sapa, berbagi cerita, tertawa, bercanda, dan bersama, terkenang nostalgia, tentang kita, dahulu kala, hanya alunan nada rindu yang setia menggema di setiap inci ruang hati yang di dendangkan oleh lara, terukir sebuah nama, dalam hati dengan suka dan duka, yang datang silih-berganti hingga kadang ada kalanya terasa hampa, walau tak bisa diraba, tak bisa ditatap mata, tak bisa ditangkap dengar telinga, tapi itu jelas terasa, biar hati yang bicara, kepada kamu yang disana, sebuah rasa yang terjepit diantara siang dan sore, sekeping asa.


Terjepit diantara siang dan sore, sekeping asa.

Menerawang mata pada langit biru bercahaya, ada segerombolan awan putih menggantung diangkasa raya,  sederhana tapi mempesona, menebar aura ceria, suka cita, damai bahagia, luluhkan rindu ingin jumpa, pudarkan lara, usir duka, sembuhkan luka, enyahkan derita, tak lagi merana, berhenti melalang buana dalam padang asmara, yang kata orang tak ada logika, gila, sebab sebuah rasa, bernama suka ataupun cinta, terhadap seorang insan biasa, hanyalah sebuah rasa, namun berdampak luar biasa, walau tak bisa diraba, tak bisa ditatap mata, tak bisa ditangkap dengar telinga, tapi itu jelas terasa, biar hati yang bicara, kepada kamu yang disana, sebuah rasa yang terjepit diantara siang dan sore, sekeping asa.


Terjepit diantara siang dan sore, sekeping asa.

Ini hanya seonggok hal sederhana, ya, sebuah asa kecil tentang ingin jumpa, ketika sosok kamu terpantul di bola mata, yang artinya, kita, telah bersua, walau hanya seketika, diantara jeda, sedari siang hingga sore tiba, namun akan sangat berharga, karena ada sesuatu diantara kita, sebuah rasa, bernama suka, atau mungkin cinta, sebuah cinta pertama, walau tak bisa diraba, tak bisa ditatap mata, tak bisa ditangkap dengar telinga, tapi itu jelas terasa, biar hati yang bicara, kepada kamu yang disana, sebuah rasa yang terjepit diantara siang dan sore, sekeping asa.








Terjepit diantara siang dan sore, sekeping asa. SELESAI.

0 komentar:

Visitors

Thanks for visiting!

free counters

Followers

World Visiting

February 20, 2012

:: [TIGA] " Sekeping asa diapit siang dan sore"



Terjepit diantara siang dan sore, sekeping asa.

Momen disela saing dan sore yang tak lama, cukup singkat walau sekedar merajut asa, terhadap kamu yang telah lebih dari sahabat semata, terhadap kamu yang disana, yang tak jua sadari tumbuhnya sebuah rasa, antara kita, berdua, sebuah rasa yang tak biasa,  mungkin memang belum fase nya menjelma atau bertmetamorfosa, menjadi lebih dari sekedar suka, belum lah menyentuh tahap berlabel cinta, tapi ini nyata, bukan rekayasa, bukan halusinasi semata, bukan bualan para pendusta, bukan pula celoteh ria, rasa itu ada, walau tak bisa diraba, tak bisa ditatap mata, tak bisa ditangkap dengar telinga, tapi itu jelas terasa, biar hati yang bicara, kepada kamu yang disana, sebuah rasa yang terjepit diantara siang dan sore, sekeping asa.



Terjepit diantara siang dan sore, sekeping asa.

Hembus napas yang meniupkan udara kerinduan tiada terkira, rindu yang seolah membakar sukma, berpacu degup jantung menatap potret kamu dalam pigura, begitu harap ingin segera jumpa, kamu yang disana,  saling sapa, berbagi cerita, tertawa, bercanda, dan bersama, terkenang nostalgia, tentang kita, dahulu kala, hanya alunan nada rindu yang setia menggema di setiap inci ruang hati yang di dendangkan oleh lara, terukir sebuah nama, dalam hati dengan suka dan duka, yang datang silih-berganti hingga kadang ada kalanya terasa hampa, walau tak bisa diraba, tak bisa ditatap mata, tak bisa ditangkap dengar telinga, tapi itu jelas terasa, biar hati yang bicara, kepada kamu yang disana, sebuah rasa yang terjepit diantara siang dan sore, sekeping asa.


Terjepit diantara siang dan sore, sekeping asa.

Menerawang mata pada langit biru bercahaya, ada segerombolan awan putih menggantung diangkasa raya,  sederhana tapi mempesona, menebar aura ceria, suka cita, damai bahagia, luluhkan rindu ingin jumpa, pudarkan lara, usir duka, sembuhkan luka, enyahkan derita, tak lagi merana, berhenti melalang buana dalam padang asmara, yang kata orang tak ada logika, gila, sebab sebuah rasa, bernama suka ataupun cinta, terhadap seorang insan biasa, hanyalah sebuah rasa, namun berdampak luar biasa, walau tak bisa diraba, tak bisa ditatap mata, tak bisa ditangkap dengar telinga, tapi itu jelas terasa, biar hati yang bicara, kepada kamu yang disana, sebuah rasa yang terjepit diantara siang dan sore, sekeping asa.


Terjepit diantara siang dan sore, sekeping asa.

Ini hanya seonggok hal sederhana, ya, sebuah asa kecil tentang ingin jumpa, ketika sosok kamu terpantul di bola mata, yang artinya, kita, telah bersua, walau hanya seketika, diantara jeda, sedari siang hingga sore tiba, namun akan sangat berharga, karena ada sesuatu diantara kita, sebuah rasa, bernama suka, atau mungkin cinta, sebuah cinta pertama, walau tak bisa diraba, tak bisa ditatap mata, tak bisa ditangkap dengar telinga, tapi itu jelas terasa, biar hati yang bicara, kepada kamu yang disana, sebuah rasa yang terjepit diantara siang dan sore, sekeping asa.








Terjepit diantara siang dan sore, sekeping asa. SELESAI.

No comments: