June 01, 2013

:: Bicara seputar tipe pria idaman, hm.



Ah, udah lumayan lama ya ga berguling-guling diatas hamparan blog yang udah mulai lumutan ini. Duh, kesiaaan. Iya, jadi gini ceritanya, gue sibuk, sibuk berbenah; pembenahan segala macam urusan kuliah serta pembenahan hati(?). Yah, blog unyu ini sempet terlantar sekain ratus tahun tak terjamah uluran jemari gue. #tsaaaah

Uhm, kali ini gue dateng denagn topik yang ‘rada-rada ehm’ , menyangkut tentang makhluk ciptaan Tuhan. Wkwk. Yah, ini gatau kenapa, tiba-tiba kepikiran tentang hal yang satu ini, gue lagi main game, ga ada hubungannya sama sekali malah, bah. Pria idaman, walau tipis kemungkinan akan terealisasi nyata, walau Cuma secuil harapan bakal nemu yang kayak gini, tapi yah namanya juga ‘idaman’  kan yak. Dipengen, tapi belum tentu juga bakal terwujud, itu wajar. Lo mungkin bakal nemu cowok yang memenuhi beberapa butir kriteria sesuai tipe idaman lo, tapi ga bisa dijadikan pedoman bahwa emang bener dia yang hati lo pilih, mungkin aja itu cuma tipuan mata, wajar kan ya lirikan mata lo lebih tertarik ke sosok yang emang lo idamkan; yang item manis daripada yang putih, misalnya. Makanya, jangan terburu-buru mengartikan perasaan berdebar-debar sebagai sebuah bentuk rasa suka, apalagi cinta. Hati itu bukan untuk dicoba-coba, tapi untuk dijaga. Oleh karena itu, hati-hati dengan hatimu. :)


Lagian, gue juga ga berpatokan dengan hal ini, toh buktinya cowok yang gue suka malah jauh bener dari kriteria tersebut, LOL. Well, terlepas dari apapun hal yang bikin seorang cowok bernilai plus berdasarkan tipe pria idaman, pada akhirnya yang bikin lo nyaman sama dia bukan karena dia memenuhi keseluruhan kriteria tersebut, tapi emang hati lo yang udah milih dia untuk menjadi seseorang spesial yang bakal bikin lo tulus bertahan, walau lo udah tau kurangnya gimana, karena adanya rasa sayang, toh sayang itu emang ga kenal alesan kan yak. J

Singkatnya, daripada menyebutnya sebagai tipe idaman, gue lebih suka kalo ini disebut sebagai ciri khas yang cenderung bikin gue tertarik walau cuma kebetulan papasan sama cowok yang ga dikenal sekalipun. Sedangkan taat beribadah itu bukan idaman, tapi wajib, haha. Kemapanan? Kalau masih menuju mapan... that's okay. Toh kita nanti kan berjuang sama-sama, sakit senang ditangggung bersama, asal mau berusaha dan bertanggung jawab, buat gue itu udah cukup, ga harus kaya, mapan beda loh sama kaya.

Jadi, biasanya begini lah hal-hal yang biasanya menggungah selera gue:

" Berbakat seni, agak cuek, tinggi, agak kurus, hitam manis, berambut ikal, berkacamata, dan bersuara berat.


0 komentar:

Visitors

Thanks for visiting!

free counters

Followers

World Visiting

June 01, 2013

:: Bicara seputar tipe pria idaman, hm.



Ah, udah lumayan lama ya ga berguling-guling diatas hamparan blog yang udah mulai lumutan ini. Duh, kesiaaan. Iya, jadi gini ceritanya, gue sibuk, sibuk berbenah; pembenahan segala macam urusan kuliah serta pembenahan hati(?). Yah, blog unyu ini sempet terlantar sekain ratus tahun tak terjamah uluran jemari gue. #tsaaaah

Uhm, kali ini gue dateng denagn topik yang ‘rada-rada ehm’ , menyangkut tentang makhluk ciptaan Tuhan. Wkwk. Yah, ini gatau kenapa, tiba-tiba kepikiran tentang hal yang satu ini, gue lagi main game, ga ada hubungannya sama sekali malah, bah. Pria idaman, walau tipis kemungkinan akan terealisasi nyata, walau Cuma secuil harapan bakal nemu yang kayak gini, tapi yah namanya juga ‘idaman’  kan yak. Dipengen, tapi belum tentu juga bakal terwujud, itu wajar. Lo mungkin bakal nemu cowok yang memenuhi beberapa butir kriteria sesuai tipe idaman lo, tapi ga bisa dijadikan pedoman bahwa emang bener dia yang hati lo pilih, mungkin aja itu cuma tipuan mata, wajar kan ya lirikan mata lo lebih tertarik ke sosok yang emang lo idamkan; yang item manis daripada yang putih, misalnya. Makanya, jangan terburu-buru mengartikan perasaan berdebar-debar sebagai sebuah bentuk rasa suka, apalagi cinta. Hati itu bukan untuk dicoba-coba, tapi untuk dijaga. Oleh karena itu, hati-hati dengan hatimu. :)


Lagian, gue juga ga berpatokan dengan hal ini, toh buktinya cowok yang gue suka malah jauh bener dari kriteria tersebut, LOL. Well, terlepas dari apapun hal yang bikin seorang cowok bernilai plus berdasarkan tipe pria idaman, pada akhirnya yang bikin lo nyaman sama dia bukan karena dia memenuhi keseluruhan kriteria tersebut, tapi emang hati lo yang udah milih dia untuk menjadi seseorang spesial yang bakal bikin lo tulus bertahan, walau lo udah tau kurangnya gimana, karena adanya rasa sayang, toh sayang itu emang ga kenal alesan kan yak. J

Singkatnya, daripada menyebutnya sebagai tipe idaman, gue lebih suka kalo ini disebut sebagai ciri khas yang cenderung bikin gue tertarik walau cuma kebetulan papasan sama cowok yang ga dikenal sekalipun. Sedangkan taat beribadah itu bukan idaman, tapi wajib, haha. Kemapanan? Kalau masih menuju mapan... that's okay. Toh kita nanti kan berjuang sama-sama, sakit senang ditangggung bersama, asal mau berusaha dan bertanggung jawab, buat gue itu udah cukup, ga harus kaya, mapan beda loh sama kaya.

Jadi, biasanya begini lah hal-hal yang biasanya menggungah selera gue:

" Berbakat seni, agak cuek, tinggi, agak kurus, hitam manis, berambut ikal, berkacamata, dan bersuara berat.


No comments: