January 29, 2013

:: [ P E T R I C H O R ]



Petrichor adalah salah satu bau alami yang tercium saat hujan turun membasahi tanah yang kering, dikenal juga dengan nama ‘bau hujan’. Petrichor kadang disebut sebagai “Dust after Rain“  karena dianggap sebagai bau yang dihasilkan akibat debu-debu yang menempel di permukaan tanah yang selanjutnya membaur bersama tetes hujan dan membentuk semacam aroma khas setelah hujan berhenti. Sedangkan dalam kaijan ilmu Kimia, petrichor dirumuskan dengan nama 2-decanone.





Istilah petrichor berasal dari kosakata Yunani yaitu ‘Petra/Petros’ yang berarti ‘batu’ dan ‘Ichor’ yang diartikan sebagai ‘air/cairan’. Berdasarkan mitologi Yunani, cairan yang dimaksud adalah ‘darah’ yang mengalir dalam nadi para dewa. Sedangkan menurut penelitian sepasang ilmuwan dari Australia, Bear dan RG Thomas, dalam jurnal ilmiahnya "Nature" pada tahun 1964, mengemukakan bahwa Petrichor sebenarnya disebabkan oleh beberapa hal. Namun, yang berkontribusi paling dominan terhadap terbentuknya Petrichor ini adalah adanya suatu reaksi percampuran/pembauran antara dua senyawa menjadi satu bentuk aroma khas; yang dikenal secara umum sebagai bau hujan/petrichor. Kedua senyawa tersebut yaitu: 

Pertama, minyak yang menguap dari tumbuhan. Tumbuhan memproduksi sejenis minyak yang mudah menguap, lalu terkumpul/terserap di berbagai permukaan bumi (seperti: bebatuan atau tanah) yang kering. Minyak tersebut kemudian bereaksi dengan tetesan air hujan dan akan dilepaskan dalam bentuk gas ke udara. 

Kedua, geosmin yang dilepaskan oleh mikroba. Geosmin merupakan senyawa organik yang dihasilkan oleh beberapa mikroba yang hidup di tanah lembab/basah dan akan mati kalau tanah itu kering (seperti: cyanobacteria dan actinobacteria). Geosmin dilepaskan ketika mikroba mati, dan ketika terkena tetesan air hujan, geosmin akan terlepas ke udara, kemudian terbentuklah aerosol partikel geosmin dalam udara. 

Petrichor, aroma yang unik dan menarik, sehingga tak aneh jika para pembuat minyak wangi berlomba-lomba hendak mengeluarkan aroma Petrichor ini ke dalam bentuk minyak wangi, yang konon efektif memberi efek rileksasi bagi orang yang menghirup aromanya, membawa kedamaian, tenang. :)



4 komentar:

Rinia said...

ohh, jadi namany petrichor..
pronoun nya gmna tuh belud??

Rahmadila Eka Putri said...

pronoun nya seperti biasa aja, ga pake yang aneh aneh. #eh .___.

Rinia said...

haha :D
*petrikor* is it?
ckck
emang biasanya yg lain aneh2 gtu? :O

Rahmadila Eka Putri said...

ya begitulah, pertanyaan anda mengingatkan saya pada matkul PHONOLOGY yang terbukti lebih serem daripada pelajaran memasak. -_________-

Visitors

Thanks for visiting!

free counters

Followers

World Visiting

January 29, 2013

:: [ P E T R I C H O R ]



Petrichor adalah salah satu bau alami yang tercium saat hujan turun membasahi tanah yang kering, dikenal juga dengan nama ‘bau hujan’. Petrichor kadang disebut sebagai “Dust after Rain“  karena dianggap sebagai bau yang dihasilkan akibat debu-debu yang menempel di permukaan tanah yang selanjutnya membaur bersama tetes hujan dan membentuk semacam aroma khas setelah hujan berhenti. Sedangkan dalam kaijan ilmu Kimia, petrichor dirumuskan dengan nama 2-decanone.





Istilah petrichor berasal dari kosakata Yunani yaitu ‘Petra/Petros’ yang berarti ‘batu’ dan ‘Ichor’ yang diartikan sebagai ‘air/cairan’. Berdasarkan mitologi Yunani, cairan yang dimaksud adalah ‘darah’ yang mengalir dalam nadi para dewa. Sedangkan menurut penelitian sepasang ilmuwan dari Australia, Bear dan RG Thomas, dalam jurnal ilmiahnya "Nature" pada tahun 1964, mengemukakan bahwa Petrichor sebenarnya disebabkan oleh beberapa hal. Namun, yang berkontribusi paling dominan terhadap terbentuknya Petrichor ini adalah adanya suatu reaksi percampuran/pembauran antara dua senyawa menjadi satu bentuk aroma khas; yang dikenal secara umum sebagai bau hujan/petrichor. Kedua senyawa tersebut yaitu: 

Pertama, minyak yang menguap dari tumbuhan. Tumbuhan memproduksi sejenis minyak yang mudah menguap, lalu terkumpul/terserap di berbagai permukaan bumi (seperti: bebatuan atau tanah) yang kering. Minyak tersebut kemudian bereaksi dengan tetesan air hujan dan akan dilepaskan dalam bentuk gas ke udara. 

Kedua, geosmin yang dilepaskan oleh mikroba. Geosmin merupakan senyawa organik yang dihasilkan oleh beberapa mikroba yang hidup di tanah lembab/basah dan akan mati kalau tanah itu kering (seperti: cyanobacteria dan actinobacteria). Geosmin dilepaskan ketika mikroba mati, dan ketika terkena tetesan air hujan, geosmin akan terlepas ke udara, kemudian terbentuklah aerosol partikel geosmin dalam udara. 

Petrichor, aroma yang unik dan menarik, sehingga tak aneh jika para pembuat minyak wangi berlomba-lomba hendak mengeluarkan aroma Petrichor ini ke dalam bentuk minyak wangi, yang konon efektif memberi efek rileksasi bagi orang yang menghirup aromanya, membawa kedamaian, tenang. :)



4 comments:

Rinia said...

ohh, jadi namany petrichor..
pronoun nya gmna tuh belud??

Rahmadila Eka Putri said...

pronoun nya seperti biasa aja, ga pake yang aneh aneh. #eh .___.

Rinia said...

haha :D
*petrikor* is it?
ckck
emang biasanya yg lain aneh2 gtu? :O

Rahmadila Eka Putri said...

ya begitulah, pertanyaan anda mengingatkan saya pada matkul PHONOLOGY yang terbukti lebih serem daripada pelajaran memasak. -_________-