April 01, 2012

:: " Cinta itu ada dua, cinta passionate dan cinta companionate. "


Dear blogger, memendam cinta itu berat ya? Sudah merasakan? Ada seorang gadis memberikan pertanyaan seperti ini.

“ Assalamu’alaikum. Mau nanya neh, bukankah pacaran itu dilarang dalam Islam. Tapi bagaimana ketika kita yang masih pelajar merasakan anugerah untuk mencintai seseorang. Apakah memendam cinta dalam hati itu baik? Trus, gimana solusinya? (Gadis, Somewhere). “

Dih, saya jadi bingung ... pakai tanya-tanya ke saya, memangnya saya konsultan cinta? Tapi, baiklah... tak baik membuat orang tenggelam dalam kebingungan. Meskipun serba terbatas, saya akan coba menjawabnya. Inilah jawaban saya :

“ Wa’alaikumussalam. Gadis yang sedang memendam cinta … kita harus bisa membedakan dua buah cinta.Yang pertama, ada cinta passionate, kemudian ada cinta companionate. Cinta passionate, mirip sebuah aliran banjir yang melanda. Alirannya begitu kuat, dengan debit melimpah, sehingga kalau ada sesuatu yang diterjang, akan sangat sulit bertahan, dan akhirnya hanyut. Cinta jenis ini memang emosional. Munculnya fluktuatif, menggebu-gebu, namun umurnya sebenarnya tak lama. “




Karena emosional, terkadang kita sulit untuk mengontrol. Akal sehat seakan nggak bisa bekerja, karena memang didominasi otak emosi. Nah, saat otak didominasi emosi inilah, kita sering terjebak untuk melakukan ‘hal-hal yang tak terduga’, yang akan membuat kita menyesal di kemudian hari. Cinta jenis ini, biasanya sangat panca inderawi, yakni muncul setelah ada ‘rangsang’ masuk ke panca indera kita. Misalnya, kita melihat cewek cakep, atau cowok bersuara merdu, kemudian kita ‘fall in love’ sama dia.

Kalau kita sudah sah, alias boleh berdekatan sama dia sih, nggak masalah. Akan jadi bahaya besar jika kita masih seorang pelajar yang belum siap untuk menikah. Solusinya? Jika kita sudah terlanjur terpanah cinta jenis ini, cobalah untuk menjauhi dia, dan menutup segala pintu untuk bertemu dengannya. Kalau misalnya kamu enggak bisa menghindar karena kebetulan satu kelas misalnya, jangan sampai kamu membiarkan berduaan saja dengan dia. Memang awalnya pasti akan sangat menyiksa. Tetapi, tidak ada ‘banjir’ yang berlangsung lama. Nanti pasti akan surut, kok.

Nah, selama banjir berlangsung, cobalah untuk mengalihkan pada hal-hal yang menjadi hobimu, misalnya membaca, olahraga, berorganisasi dan sebagainya. Jangan lupa, dekatkan dirimu pada Allah, minta pertolongan pada-Nya, agar kau bisa dihindarkan dari hal-hal yang nggak Ia ridhai.

Adapun cinta companionate, adalah cinta yang membutuhkan waktu lama. Muncul karena saling mengenal, saling memahami, saling tolong-menolong, dan saling memikul beban. Cinta semacam ini, insya Allah akan berumur lama, dan lestari, biasanya muncul pada dua orang sahabat. Cinta semacam ini tulus, dan nggak bikin illfil, namun justru memicu rasa bahagia yang sebenar-benarnya. Karena membutuhkan interaksi yang lama, biasanya cinta jenis ini muncul karena kesamaan visi-misi, kesamaan aktivitas, dan kesamaan dalam memandang berbagai permasalahan.

Kalau kamu masih pelajar, tumbuhkan saja rasa cinta jenis yang kedua. Ini akan lebih menyelamatkan, dan membuat masa mudamu lebih ‘berwarna’. Adapun jika engkau merasa ada bibit-bibit cinta passionate, sebaiknya nggak usah dipelihara, apalagi dipendam dalam hati. Karena cinta itu ibarat tumbuhan, kalau dipupuk, disirami, dikasih cahaya yang cukup, pasti akan berkembang.

Semoga gadis yang bertanya tadi puas, dan jika teman-teman pun mengalami hal yang sama, mendapat pencerahan dari jawaban saya. Amin. 






0 komentar:

Visitors

Thanks for visiting!

free counters

Followers

World Visiting

April 01, 2012

:: " Cinta itu ada dua, cinta passionate dan cinta companionate. "


Dear blogger, memendam cinta itu berat ya? Sudah merasakan? Ada seorang gadis memberikan pertanyaan seperti ini.

“ Assalamu’alaikum. Mau nanya neh, bukankah pacaran itu dilarang dalam Islam. Tapi bagaimana ketika kita yang masih pelajar merasakan anugerah untuk mencintai seseorang. Apakah memendam cinta dalam hati itu baik? Trus, gimana solusinya? (Gadis, Somewhere). “

Dih, saya jadi bingung ... pakai tanya-tanya ke saya, memangnya saya konsultan cinta? Tapi, baiklah... tak baik membuat orang tenggelam dalam kebingungan. Meskipun serba terbatas, saya akan coba menjawabnya. Inilah jawaban saya :

“ Wa’alaikumussalam. Gadis yang sedang memendam cinta … kita harus bisa membedakan dua buah cinta.Yang pertama, ada cinta passionate, kemudian ada cinta companionate. Cinta passionate, mirip sebuah aliran banjir yang melanda. Alirannya begitu kuat, dengan debit melimpah, sehingga kalau ada sesuatu yang diterjang, akan sangat sulit bertahan, dan akhirnya hanyut. Cinta jenis ini memang emosional. Munculnya fluktuatif, menggebu-gebu, namun umurnya sebenarnya tak lama. “




Karena emosional, terkadang kita sulit untuk mengontrol. Akal sehat seakan nggak bisa bekerja, karena memang didominasi otak emosi. Nah, saat otak didominasi emosi inilah, kita sering terjebak untuk melakukan ‘hal-hal yang tak terduga’, yang akan membuat kita menyesal di kemudian hari. Cinta jenis ini, biasanya sangat panca inderawi, yakni muncul setelah ada ‘rangsang’ masuk ke panca indera kita. Misalnya, kita melihat cewek cakep, atau cowok bersuara merdu, kemudian kita ‘fall in love’ sama dia.

Kalau kita sudah sah, alias boleh berdekatan sama dia sih, nggak masalah. Akan jadi bahaya besar jika kita masih seorang pelajar yang belum siap untuk menikah. Solusinya? Jika kita sudah terlanjur terpanah cinta jenis ini, cobalah untuk menjauhi dia, dan menutup segala pintu untuk bertemu dengannya. Kalau misalnya kamu enggak bisa menghindar karena kebetulan satu kelas misalnya, jangan sampai kamu membiarkan berduaan saja dengan dia. Memang awalnya pasti akan sangat menyiksa. Tetapi, tidak ada ‘banjir’ yang berlangsung lama. Nanti pasti akan surut, kok.

Nah, selama banjir berlangsung, cobalah untuk mengalihkan pada hal-hal yang menjadi hobimu, misalnya membaca, olahraga, berorganisasi dan sebagainya. Jangan lupa, dekatkan dirimu pada Allah, minta pertolongan pada-Nya, agar kau bisa dihindarkan dari hal-hal yang nggak Ia ridhai.

Adapun cinta companionate, adalah cinta yang membutuhkan waktu lama. Muncul karena saling mengenal, saling memahami, saling tolong-menolong, dan saling memikul beban. Cinta semacam ini, insya Allah akan berumur lama, dan lestari, biasanya muncul pada dua orang sahabat. Cinta semacam ini tulus, dan nggak bikin illfil, namun justru memicu rasa bahagia yang sebenar-benarnya. Karena membutuhkan interaksi yang lama, biasanya cinta jenis ini muncul karena kesamaan visi-misi, kesamaan aktivitas, dan kesamaan dalam memandang berbagai permasalahan.

Kalau kamu masih pelajar, tumbuhkan saja rasa cinta jenis yang kedua. Ini akan lebih menyelamatkan, dan membuat masa mudamu lebih ‘berwarna’. Adapun jika engkau merasa ada bibit-bibit cinta passionate, sebaiknya nggak usah dipelihara, apalagi dipendam dalam hati. Karena cinta itu ibarat tumbuhan, kalau dipupuk, disirami, dikasih cahaya yang cukup, pasti akan berkembang.

Semoga gadis yang bertanya tadi puas, dan jika teman-teman pun mengalami hal yang sama, mendapat pencerahan dari jawaban saya. Amin. 






No comments: