December 10, 2011

:: Kepada Kamu Dengan Penuh Kebencian ~



Ini bermula saat gue lagi iseng nyari info tentang syarat-syarat ngirim naskah ke GagasMedia di website resminya , disini : http://gagasmedia.net/ terus, karena naskah yang mau gue kirim itu jenis Mainstream Romance , tibatiba keinged sebuah judul buku (lupa dapet darimana/tau darimana nya, yg jelas pernah denger/baca) , abis itu gue ketik 'Kepada Cinta' di search engine.

Trus, keluar result. Gue klik, baca review, sukaa, eh pas di bagian bawah, liat nama Raditya Dika.  Nah loh? Bang Radit juga nulis surat cinta? Kaya gimana tuh? Pensaran kan gue jadinya, yah, dengan bermodalkan rasa ingin tahu yang besar, gue buka website si Raditya Dika di http://radityadika.com/ mau liat sapa tau di posting di website nya, eh pas gue buka, gue langsung bingung, ini search engine nya dimana... dimanaa dimanaaa... buka kategori, banyaaak, maless buka atu atu.

Terus terus, gue googling , ketik kaya gini : raditya dika kepada cinta. Keluarlah berbagai macam result, jeng jereng jeng jengg. Nah, gue klik paling atas : Kepada Kamu Dengan Penuh Kebencian* | Raditya Dika, dan hal ... abis itu,  gue baca dai awal ampe abis. wah, keren, gue tersentuh, ngena. tanpa mikir panjang, gue copas kesini. Akhirnya gue tag beberapa orang dan publish. haha.

Jadi, begitulah kronologi nya gue dapet ini surat cinta si Radit di buku Kepada Cinta terbitan GagasMedia tahun 2009.



Kepada Kamu Dengan Penuh Kebencian*

April 3, 2009



Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.

Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.

Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?

Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?

Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.

Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.

Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”

Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.

Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…

aku takut sendirian.



*Tulisan ini terdapat dalam buku Kepada Cinta (Gagasmedia, 2009), buku kumpulan surat cinta dari berbagai macam penulis. Selain memuat 25 cinta para pemenang Sayembara Menulis Surat Cinta GagasMedia 2008, ada juga surat cinta dari Adhitya Mulya, Christian Simamora, Andi Eriawan, Ita Sembiring dan penulis lainnya. Gue nulis surat ini dari tahun lalu, eh baru inget pas ada beberapa orang yang nulis ini di notes mereka di Facebook. Gue ( Raditya Dika Angkasaputra Moerwani Nasution ) taro sini deh. :D 


_________________________________________________________________________________

:: Source >> http://radityadika.com/kepada-kamu-dengan-penuh-kebencian/

0 komentar:

Visitors

Thanks for visiting!

free counters

Followers

World Visiting

December 10, 2011

:: Kepada Kamu Dengan Penuh Kebencian ~



Ini bermula saat gue lagi iseng nyari info tentang syarat-syarat ngirim naskah ke GagasMedia di website resminya , disini : http://gagasmedia.net/ terus, karena naskah yang mau gue kirim itu jenis Mainstream Romance , tibatiba keinged sebuah judul buku (lupa dapet darimana/tau darimana nya, yg jelas pernah denger/baca) , abis itu gue ketik 'Kepada Cinta' di search engine.

Trus, keluar result. Gue klik, baca review, sukaa, eh pas di bagian bawah, liat nama Raditya Dika.  Nah loh? Bang Radit juga nulis surat cinta? Kaya gimana tuh? Pensaran kan gue jadinya, yah, dengan bermodalkan rasa ingin tahu yang besar, gue buka website si Raditya Dika di http://radityadika.com/ mau liat sapa tau di posting di website nya, eh pas gue buka, gue langsung bingung, ini search engine nya dimana... dimanaa dimanaaa... buka kategori, banyaaak, maless buka atu atu.

Terus terus, gue googling , ketik kaya gini : raditya dika kepada cinta. Keluarlah berbagai macam result, jeng jereng jeng jengg. Nah, gue klik paling atas : Kepada Kamu Dengan Penuh Kebencian* | Raditya Dika, dan hal ... abis itu,  gue baca dai awal ampe abis. wah, keren, gue tersentuh, ngena. tanpa mikir panjang, gue copas kesini. Akhirnya gue tag beberapa orang dan publish. haha.

Jadi, begitulah kronologi nya gue dapet ini surat cinta si Radit di buku Kepada Cinta terbitan GagasMedia tahun 2009.



Kepada Kamu Dengan Penuh Kebencian*

April 3, 2009



Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.

Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.

Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?

Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?

Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.

Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.

Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”

Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.

Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…

aku takut sendirian.



*Tulisan ini terdapat dalam buku Kepada Cinta (Gagasmedia, 2009), buku kumpulan surat cinta dari berbagai macam penulis. Selain memuat 25 cinta para pemenang Sayembara Menulis Surat Cinta GagasMedia 2008, ada juga surat cinta dari Adhitya Mulya, Christian Simamora, Andi Eriawan, Ita Sembiring dan penulis lainnya. Gue nulis surat ini dari tahun lalu, eh baru inget pas ada beberapa orang yang nulis ini di notes mereka di Facebook. Gue ( Raditya Dika Angkasaputra Moerwani Nasution ) taro sini deh. :D 


_________________________________________________________________________________

:: Source >> http://radityadika.com/kepada-kamu-dengan-penuh-kebencian/

No comments: